Tahu kamu apa itu tesis? Tesis merupakan sebuah karya ilmiah yang menjadi salah satu syarat untuk menyelesaikan program magister (S2).
Dalam tesis, mahasiswa diharuskan untuk mengungkapkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir, dengan tujuan untuk mendalami pemahaman dan pengetahuan dalam bidang ilmu tertentu.
Tesis bisa berbentuk penelitian kualitatif atau kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data, analisis data, dan menyimpulkan hasil dari analisis tersebut.
Secara keseluruhan, proses menulis tesis membutuhkan waktu, usaha, dan dedikasi yang tinggi dari mahasiswa.
Kamu juga akan lebih siap dalam mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ahli di bidang penelitian yang dipilih.
Artikel ini akan memberikan penjelasan mengenai apa itu tesis, lengkap dengan jenis- dan karakteristiknya yang khas. Yuk, disimak!
Apa itu Tesis?
Tesis adalah suatu komponen penting untuk tugas akhir pendidikan jenjang magister (S2).
Tesis juga dijadikan sebagai karya ilmiah yang dibuat secara individu setelah melakukan penelitian empiris, dengan tujuan untuk memberikan kontribusi kepada pemahaman akademis.
Tesis mencakup pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen yang disusun secara sistematis.
Proses pembuatan tesis melibatkan pengumpulan, analisis, dan pengolahan data, yang kemudian digunakan untuk menyusun kesimpulan dan rekomendasi.
Jenis-jenis Tesis
Adapun jenisnya terbagi menjadi:
1. Tesis Kualitatif
Tesis kualitatif fokus pada interpretasi dan analisis data yang tidak dapat diukur langsung, seperti wawancara, observasi, dan dokumen.
Penulis tesis kualitatif harus memahami dan mengevaluasi data dengan cara yang berbeda dari tesis kuantitatif, serta berusaha untuk memahami fenomena yang diamati dari perspektif subjek.
Metodologi penelitian yang sering digunakan dalam tesis kualitatif termasuk studi kasus, analisis tematik, dan etnografi.
2. Tesis Kuantitatif
Tesis kuantitatif berfokus pada pengumpulan dan analisis data yang dapat diukur langsung, seperti survei dan penelitian eksperimental.
Dalam tesis kuantitatif, penulis harus memastikan bahwa data yang dikumpulkan dapat diukur dan dianalisis secara objektif. Metodologi penelitian yang umum digunakan dalam tesis kuantitatif melibatkan survei, eksperimen, dan analisis regresi.
3. Tesis Komparatif
Tesis komparatif bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis perbedaan serta kesamaan antara dua atau lebih objek atau fenomena.
Dalam tesis komparatif, penulis harus memastikan bahwa objek yang dibandingkan memiliki kesamaan yang cukup untuk memungkinkan perbandingan dan analisis perbedaan serta kesamaan tersebut.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam tesis komparatif dapat mencakup unsur kualitatif dan kuantitatif.
4. Tesis Exploratory
Tesis exploratory bertujuan untuk memahami atau mengidentifikasi masalah baru atau mendapatkan pemahaman dasar tentang suatu fenomena.
Dalam tesis exploratory, penulis harus memahami dan memperoleh informasi yang cukup tentang fenomena atau masalah yang diamati.
Metodologi penelitian yang sering digunakan dalam tesis exploratory adalah studi kasus, analisis tematik, dan etnografi.
5. Tesis Konfirmatori
Tesis konfirmatori bertujuan untuk memvalidasi atau membuktikan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya dengan mengumpulkan dan menganalisis data.
Dalam tesis konfirmatori, penulis harus memastikan bahwa hipotesis yang ada dapat diuji dan dibuktikan melalui pengumpulan dan analisis data.
Metodologi penelitian yang umum digunakan dalam tesis konfirmatori meliputi survei, eksperimen, dan analisis regresi.
6. Tesis Deskriptif
Tesis deskriptif bertujuan untuk memberikan deskripsi dan gambaran tentang fenomena yang diamati.
Dalam tesis deskriptif, penulis harus memahami dan memperoleh informasi yang cukup tentang fenomena atau masalah yang diamati, lalu menyajikannya dalam bentuk deskripsi yang jelas dan terperinci.
Metodologi penelitian yang sering digunakan dalam tesis deskriptif adalah studi kasus, analisis tematik, dan etnografi.
7. Tesis Historis
Tesis historis bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis peristiwa masa lalu atau sejarah.
Dalam tesis historis, penulis harus memahami dan memperoleh informasi yang cukup tentang peristiwa atau sejarah yang diamati, lalu menyajikannya dalam bentuk deskripsi yang jelas dan terperinci.
Metodologi penelitian yang digunakan dalam tesis historis biasanya mencakup analisis arsip, penelitian arsip, dan studi sejarah.
Karakteristik Tesis
Adapun karakteristik dari tesis, seperti berikut:
1. Keaslian
Tesis harus mengandung ide dan analisis yang unik, serta belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa tesis harus memberikan kontribusi baru dalam disiplin ilmu yang bersangkutan.
Penelitian dan analisis harus dilakukan secara independen oleh penulis tesis, tanpa menjiplak atau mengambil kredit dari sumber lain.
2. Relevansi
Tesis harus relevan dan memberikan kontribusi penting dalam bidang studi yang bersangkutan.
Ini berarti tesis harus memiliki tujuan yang jelas dan berkaitan dengan isu atau permasalahan yang signifikan dalam disiplin ilmu yang dipelajari.
3. Kualitas Metodologi
Tesis harus menggunakan metodologi yang tepat dan sesuai dengan standar akademis untuk memastikan hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini mencakup desain penelitian yang terperinci dan teknik pengumpulan serta analisis data yang sesuai.
4. Analisis dan Interpretasi Data
Tesis harus menyajikan analisis dan interpretasi data yang teliti serta mendalam.
Ini mencakup deskripsi yang jelas tentang data yang dikumpulkan, serta analisis yang komprehensif dan interpretasi yang akurat terhadap data tersebut.
5. Kesimpulan yang Akurat
Tesis harus menyajikan kesimpulan yang didasarkan pada hasil penelitian dan analisis data yang kuat.
Ini berarti bahwa kesimpulan harus sesuai dengan data dan analisis yang telah dilakukan, serta memiliki implikasi yang signifikan dalam bidang studi yang sedang ditempelajari.
6. Presentasi yang Profesional
Tesis harus disajikan secara profesional, dengan penggunaan bahasa yang tepat, penulisan yang jelas, dan desain yang rapi. Ini mencakup penggunaan tata bahasa yang benar, serta tampilan visual yang menarik dan memudahkan pembaca untuk memahami isi tesis.
Perbedaan Skripsi, Tesis dan Disertasi
Perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi terletak pada jenjang pendidikan, tujuan penulisan, serta kompleksitasnya. Dibawah ini adalah perbedaan mendasar antara ketiganya:
-
Skripsi
- Dilakukan oleh mahasiswa sarjana sebagai tugas akhir.
- Bertujuan untuk membuktikan pemahaman dan penguasaan materi selama pendidikan S1.
- Biasanya terdiri dari 40-60 halaman dengan waktu penulisan sekitar 3-6 bulan.
- Lebih berfokus pada pengembangan teori dan metodologi, dengan sedikit penelitian lapangan.
-
Tesis
- Dikerjakan oleh mahasiswa magister sebagai tugas akhir.
- Tujuannya adalah memperdalam dan memperluas pengetahuan dalam bidang tertentu.
- Terdiri dari 100-150 halaman dengan waktu penulisan sekitar 6-12 bulan.
- Lebih berfokus pada penelitian lapangan atau eksperimen, dengan analisis data yang lebih mendalam.
-
Disertasi
- Dikerjakan oleh mahasiswa doktor sebagai tugas akhir.
- Bertujuan untuk memperkenalkan hasil penelitian dan memastikan pemahaman yang mendalam dalam bidang studi.
- Terdiri dari 200-300 halaman atau lebih, dengan waktu penulisan sekitar 2 tahun atau lebih.
- Melibatkan penelitian lapangan atau eksperimen yang sangat detail, serta analisis data yang kompleks.
Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan ini, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tugas akhir mereka sesuai dengan tingkat pendidikan yang mereka jalani.
Demikianlah informasi seputar tesis, mari persiapkan diri dengan baik untuk menuliskannya sampai tuntas dan sukses meraih gelar.